Tips Mengajar – Tiga Jenis Pekerjaan Rumah dan Mengajar

Salah satu topik terpanas dalam pendidikan saat ini adalah masalah pekerjaan rumah. Itu memengaruhi guru, orang tua, dan siswa. Pekerjaan rumah memang memiliki tujuan tetapi dalam beberapa tahun terakhir para guru telah menyalahgunakan aplikasinya. Jika guru akan kembali menggunakan PR dengan benar, saya yakin pekerjaan rumah tidak lagi menjadi kata yang jelek.

Jadi, apa gunanya mengerjakan pekerjaan rumah?

Baiklah, pertama mari kita bahas PR apa yang tidak. Pekerjaan rumah bukanlah cara bagi guru untuk menebus karena tidak diajarkan dengan benar selama waktu kelas. Adalah tanggung jawab guru untuk mengajar, membimbing, dan menyelesaikan pelajaran. Jika guru tidak selesai, itu tidak boleh dibuang pada siswa sebagai pekerjaan rumah. Guru perlu mengevaluasi kembali situasi dan menyesuaikan rencananya.

Meskipun, pekerjaan rumah disalahgunakan oleh banyak guru untuk menutupi kekurangan persiapan atau kemampuan untuk mengajar. Ada kegunaan yang sah untuk pekerjaan rumah.

Seperti:

  • Mendukung
  • Berlatih dan
  • Prepartion

Mendukung pekerjaan rumah adalah tugas seperti menjawab satu set pertanyaan yang disiapkan, menyelesaikan teka-teki silang atau menulis kalimat untuk kata-kata ejaan terbaru. Mendukung pekerjaan rumah harus singkat dan harus memperkuat apa yang telah dilakukan di kelas.

Praktekkan pekerjaan rumah akan menjadi tugas seperti masalah matematika, persamaan kimia atau flashcards yang memberikan latihan ekstra dalam keterampilan tertentu. Jenis penugasan ini melayani tujuan yang sangat penting dan seorang guru tidak boleh menyalahgunakannya.

Persiapan pekerjaan rumah akan membaca tugas atau mungkin tugas internet mempersiapkan siswa Anda untuk topik baru dan yang akan datang. Ekspektasi guru terhadap tugas tersebut harus dijabarkan dengan jelas sehingga tidak ada kesalahpahaman.

Ketiganya adalah penggunaan PR yang sah. Namun, guru perlu menjaga tugasnya tetap pendek dan spesifik. Banyak pekerjaan rumah biasanya adalah tanda-tanda guru yang miskin.

Jika Anda menduga bahwa anak Anda mendapatkan pekerjaan rumah yang berlebihan karena kinerja kelas guru yang buruk. Jangan langsung lari ke kepala sekolah. Pertama, dekati gurunya dan beri tahu dia bahwa Anda merasa anak Anda menerima banyak pekerjaan rumah. Kemudian, jika Anda dan guru tidak dapat memecahkan masalah, bawalah ke kepala sekolah. Tetapi selalu beri guru kesempatan untuk memperbaikinya sendiri.

Pekerjaan rumah dilakukan dengan benar adalah alat pengajaran yang luar biasa, tetapi ketika itu disalahgunakan tidak menciptakan apa pun kecuali masalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *